Jumat, 30 September 2011

Titik Nadir

Kesepakatan merger antara PSS dengan PT. Putra Mataram Sejati (Real Mataram) berada di titik nadir dan terancam gagal. Setelah sebelumnya terganjal dengan posisi Ketua Umum PSS, belakangan terungkap bahwa manajemen PT PMS merasa kerberatan dengan persyaratan yang diajukan Super Elang Jawa.

Sebelumnya, PSS mengajukan 6 syarat pokok ke PT PMS untuk meluluskan merger. Beberapa poin dalam persyaratan tersebut dinilai tidak fair oleh kubu PMS, utamanya soal kendali manajemen dan sponsorship (lihat grafis).

Bila merger ini gagal, hampir dipastikan PSS bakal berlaga di kompetisi amatir musim depan. Pasalnya,

Kamis, 29 September 2011

Ditemui manajemen Real Mataram, Ibnu tegaskan tak berambisi jadi Ketum PSS

Ketua Umum PSS Sleman Ibnu Sibyanto menyatakan tidak berambisi untuk terus menduduki jabatan tersebut selama proses penggantian dirinya sesuai mekanisme.

Media Office PT Putra Mataram Sejati, Y Sri Susilo, mengatakan pernyataan itu terungkap dalam pembicaraan antara mantan Bupati Sleman tersebut dan rombongan PT PMS selaku pengelola Real Mataram FC.


Rombongan PMS yang dipimpin Erik Setiawan diketahui mengunjungi Ibnu di Lapas Cebongan pekan lalu. Ditambahkan Susilo, Ibnu kembali menegaskan semenjak diperkarakan sampai divonis, dirinya masih menjabat selaku Ketua Umum PSS. “Menurut Pak Ibnu, sampai sekarang belum ada surat keputuan penggantian ketua umum,” katanya saat dihubungi Harian Jogja, Rabu (28/9) siang.

Gusnul Ancam Tinggalkan PSS

Pelatih PSS Sleman pilihan Real Mataram, Gusnul Yakin, mengancam meninggalkan Sleman jika tak segera ada kepastian tentang masa depannya di tim ‘Laskar Sembada’. Sejauh ini, rencana merger PSS dengan Real Mataram memang masih kabur.

Rencana kepergian Gusnul terkait dengan adanya sejumlah tawaran dari klub Level I lainnya. Tetapi ia belum memberi jawaban karena masih menunggu proses merger PSS-Real. Yang jelas, jika merger batal, ia memastikan hengkang dari Sleman.

Selamat Datang Dulsan Lestaluhu di Maguwoharjo

Sekitar pertengahan Juli 2011 lalu, Dulsan Lestaluhu diminta manajemen PSS Sleman kembali ke Maguwoharjo. Namun, karena adanya rencana merger dengan PT Putra Mataram Sejati, perusahaan yang menaungi Real Mataram, kedatangannya ke Sleman harus tertunda.

Dua bulan kemudian, pemain asal Ambon tersebut mencoba mencari kepastian mengenai masa depannya di Sleman, dengan datang lagi ke Sleman. Pasalnya, praktis sejak awal Agustus lalu, ia tak lagi dihubungi manajemen Elja.

PSS minta keputusan PSSI tak berubah-ubah

PSS Sleman kecele untuk bisa ikut kompetisi level tertinggi. Tidak ada nama PSS di antara 24 tim yang dinyatakan PSSI sebagai peserta Super Liga musim kompetisi 2011/2012.

Bertempat di Hotel Sahid Jaya Jakarta, pada Selasa (27/9) sore kemarin PSSI mengumumkan nama-nama peserta Super Liga. Peserta terdiri dari 14 klub berasal dari Indonesian Super League (ISL), empat tim promosi dari Divisi Utama dan enam klub tambahan.


PSSI tetap mempertahankan Persebaya Surabaya dan PSMS Medan di antara enam klub tambahan tersebut meski posisi kedua klub itu sama

Selasa, 27 September 2011

Kontrak semua pemain PSS belum jelas

Penanggung jawab latihan PSS Sleman, Rumadi, mengatakan para pemain yang berlatih belum akan dikontrak dalam waktu dekat karena semua masih menunggu kejelasan tentang format kompetisi.

“Ya ditunggu, mudah-mudahan nanti [kemarin] malam jelas. Namun, biasanya paling lama dua pekansetelah divisi tertinggi, divisi yang di bawahnya akan digelar,” ujarnya saat ditemui Harian Jogja Express di Stadion Maguwoharjo, Senin (26/9) sore.

Menurut dia, pada Senin malam nantinya akan ada pengumuman dari PSSI soal format kompetisi level satu dan juga level dua. “Sekarang saya

Pilih Sama-Sama Pasif

Mandegnya proses merger antara PT Putra Mataram Sejati (PMS) dengan PSS Sleman tak terhindarkan. Kondisi ini dipicu sikap pasif dari semua pihak yang berkompeten. Manajemen PSS memilih menunggu keputusan Pengcab PSSI Sleman. Sedangkan PMS menunggu langkah PSS.

Dihubungi Senin (26/9) sore, General Manajer (GM) PSS Sleman Djoko ”Johan” Handoyo kembali menegaskan kejelasan jabatan ketua umum sebagaimana yang diminta Erik Irawan dari perwakilan PMS seharusnya diselesaikan Pengcab PSSI Sleman. Nantinya, pengcab akan mengumpulkan 88 klub pemilik suara PSS.